Mid Test CI

Maha memiliki arti tinggi. Sedangkan siswa memiliki arti murid atau pelajar. Jika kedua suku kata itu digabungkan maka akan terbentuk satu kata, yaitu mahasiswa. Ya, mahasiswa! Yang memiliki arti seseorang yang belajar di peguruan tinggi/universitas setelah lulus dari sekolah menengah atas. Peran mahasiswa sangat penting dimata masyarakat karena mereka sering sekali mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari penjajahan hingga masa reformasi.

Mahasiswa yang akan memajukan bangsa Indonesia ini adalah mahasiswa yang kreatif dan inovatif. Karena dengan kreatif dan inovatif akan menciptakan produk-produk yang bermutu. Dan jika dilihat dari peluang-peluang yang ada bagi para mahasiswa menuangkan ide-ide kreatif dan inovatif sudah banyak wadah yang dapat menampung itu semua, yang juga dapat mengembangkan ide-ide yang mereka punya.Ide-ide tersebut tidak hanya bisa didapat dari pembelajaran ,tetapi ide-ide tersebut juga didapat dari pengalaman-pengalaman yang ada.

Ada lima level kreatifitas yaitu, existensial, communicational, instrumental, orientasional, inovasional. Dan juga terdapat empat level inovasi yaitu inovasi teknologi, inovasi produk, inovasi proses, dan inovasi bisnis model. Dilihat dari lima level kreatifitas dan empat level inovasi terjadi ketika kita ingin membuka suatu usaha baru. Dari dimulainya ide-ide sampai dengan proses penjualan.

Hambatan-hambatan yang ada bagi para mahasiswa ini untuk mewujudkan itu semuanya biasanya adalah karena kurangnya niat. Wadah yang diberikan untuk mengembangkan kreatifitas dan inovatif sudah ada, tetapi karena kurangnya niat sehingga menghambat untuk mewujudkan proses tersebut.

Solusi untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ada ini adalah lingkungan hidup di sekitar mahasiswa ini harus turut mendukung mahasiswa ini agar tidak berhenti berkreatifitas dan berinovasi. Karena kadang lingkungan yang buruk dapat membawa dampak yang negatif bagi mahasiswa, apalagi biasanya mahasiswa masih memiliki pendirian yang tidak stabil. Solusi yang kedua adalah mahasiswa tersebut harus menyadari kreafitas yang dia punya diatas kemampuan yang lain sehingga dia tidak berhenti untuk berkreatifitas dan berinovasi.

“The World is Flat” adalah buku karangan Thomas L. Friedman. Di dalam buku itu mengajarkan semua orang mempunyai kesempatan yang sama dan itu semua kembali lagi kepada masing-masing individu, jika ia mempunyai kemauan pasti ada jalannya. Dan jangan berhenti menciptakan inovasi-inovasi baru sebelum semuanya terlambat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: